Untukmembedakan lebih lanjut tentang konflik dan kekerasan perhatikan tabel berikut. Tabel 2.1 Beberapa Perbedaan antara Konflik Sosial dengan Kekerasan Di samping perbedaan-perbedaan di atas konflik sosial dan kekerasan memiliki beberapa sisi persamaan, antara lain sebagai berikut. 1. YekSaudi yg merasa paling pintar dan tidak bodoh: Ada baiknya antum baca kembali kitab yg antum sebutkan. Atau baca baik2 komen di atas yg menukil secara lengkap fatwa Ibnu Taymiyah. Akan lebih baik lagi, kalo antum cantumkan disini teks asli fatwa ibnu taymiyyah secara lengkap dan fatwa Imam Syatibi secara lengkap. Baru kita bahas bersama. OK!! Jawab: Hal-hal yang disoroti atau dipersoalkan dalam sosiologi hukum adalah : 1) Hukum dan sistem sosial masyarakat; 2) Hukum dan nilai-nilai sosial budaya; 3) Peranan hukum sebagai alat mengubah perilaku masyarakat; 4) Hukum dan stratifikasi sosial; 5) Hukum dan fenomena-fenomena sosial. HakikatNegara secara Sosiologis. Ikatan suatu bangsa artinya suatu komunitas sosiologis yang hidup bersama dalam suatu wilayah; senasib dan sepenanggungan dalam menjalankan hidupnya. Anarkhisme filosofis menganjurkan pengikutnya untuk menempuh jalan damai dal am usaha mencapai tujuan dan menolak penggunaan kekerasan fisik. Tokohnya: Willi Danaksiologi membahas mengenai nilai yang berkaitan dengan kegunaan atau manfaat dari pengetahuan yang diperoleh. Dengan membahas ketiga unsur ini manusia akan mengerti apa hakikat ilmu itu. Pada artikel ini penulis membahas pengertian dari ontologi, epistemologi, dan aksiologi beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. SOALSOAL. 1. Belakangan ini banyak ditemukan akhlak mahasiswa yang tidak sesuai dengan Islam, misalnya cara berpakaian mahasiswi yang menampakkan lekuk tekuk tubuhnya, berpacaran, plagiasi, dan lain-lain. Untuk itu, kontribusi apa yang bisa anda berikan untuk membenahi akhlak tersebut?jelaskan alasannya! Pada zaman teknologi yang sangat pesat ini, banyak orang terutama generasi milenial mulai Hakikatkekerasan perbuatan terhadap seseorang yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikologis, dan atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkungan rumah tangga. MarcelHizkia Susanto 353B Admiralty Drive #06-284 Singapore marcel_hizkia_susanto@ (msh/msh) (1) Hak warga negara, mencakup hak untuk hidup dan merasa aman, memiliki privasi, berkeluarga, hak milik pribadi, menyatakan pendapat dengan bebas, memeluk dan melaksanakan agama/kepercayaan, dan berkumpul dengan damai. Jelaskanperbedaan dari pengendalian konflik dengan cara mediasi dan arbitrase dan berikan contohnya 10. Jelaskan hakikat kekerasan secara sosiologis dan berikan contohnya Ket. klik warna biru untuk link Kunci Jawaban Download Soal Pilihan Ganda Lihat Juga Baca Juga Soal Pendalaman Esai Materi Sosiologi Kelas XII Bab 4. HakikatSosiologi yang menggambarkan dasar-dasar dalam ilmu sosiologi, yaitu: Sosiologi merupakan ilmu sosial, karena sosiologi mengkaji tentang masyarakat. Sosiologi bersifat kategoris, artinya mengkaji masyarakat berdasarkan pada apa yang terjadi (fakta), bukan pada apa yang akan terjadi atau apa yang seharusnya terjadi. cTTJ. Materi Sosiologi SMA Kelas Eleven Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaiannya one. KONFLIK SOSIAL a. Pengertian Konflik Dalam kehidupan masyarakat ketrentaman dan kedamaian merupakan sebuah keadaan sosial yang selalu diharapkan. Namun pada kenyataannya dalam setiap masyarakat pasti terdapat sebuah perselisihan atau masalah yang dapat menyebabkan konflik. MenurutKamus Besar Bahasa IndonesiaKBBI konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan atau pertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya. Konflik merupakan suatu proses disosiatif yang menyebabkan ketidakteraturan dalam kehidupan masyarakat, namun konflik juga memiliki fungsi bagi masyarakat. Konflik menurut Soerjono Soekanto konflik berisi perasaan yang memperdalam perbedaan-perbedaan antara individu dan kelompok yang memicu keinginan untuk saling menekan dan menghancurkan pihak lain. Kata “konflik” berasal dari bahasa Latin “configure” yang artinya saling memukul. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, konflik didefinisikan sebagai percekcokkan, perselisihan, atau pertentangan. Dengan demikian, secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan, tidak selaras, dan bertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. b. Faktor-Faktor Penyebab Konflik Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat, yakni perbedaan antarindividu setiap manusia memiliki ego sendiri-sendiri yang jika tidak di kendalikan secara tepat dapat menimbulkan konflik dengan individu perbedaan antarkebudayaan individu merupakan bagian dari suatu masyarakat dimana pola-pola pemikirannya dipengaruhi oleh masyarakat tersebut sehingga secara sadar atau tidak timbul pertentngan karena perbedaan kebudayaan. perbedaan kepentingan setiap individu maupun kelompok tentu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam mengerjakan sesuatu perubahan sosial hal ini merupakan faktor penting penyebab terjadinya konflik misalnya pada masyarakat yang tertutup dan sulit menerima perubahan akan menentang perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan yang telah ada. c. Bentuk-Bentuk Konflik Lewis A. Coser membedakan konflik atas dua bentuk. Konflik realistis berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan-tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial. Konflik nonrealistic adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonistis berlawanan, melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan. Contohnya pembalasan dendam lewat ilmu gaib yang dilakukan dalam masyarakat tradisional. Contoh lain adalah upaya mencari kambing hitam yang terjadi dalam masyarakat telah maju. Soerjono Soekanto menyebutkan lima bentuk khusus konflik atau pertentangan yang terjadi dalam masyarakat. Konflik pribadi Konflik rasial Konflik antara kelas-kelas sosial Konflik politik Konflik internasional Dari sudut psikologi sosial, Ursula Lehr mengemukakan bentuk-bentuk konflik Konflik dengan orang tua sendiri Konflik dengan anak-anak sendiri Konflik dengan keluarga Konflik dengan orang lain Konflik dengan suami istri Konflik di sekolah Konflik dalam pemilihan pekerjaan Konflik agama Konflik pribadi d. Dampak Sebuah Konflik Konflik dapat memiliki dampak atau akibat positif maupun negative Segi positif konflik adalah sebagai berikut. Konflik dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas ditelaah. Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok Konflik meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok in-group solidarity yang sedang berkonflik dengan kelompok lain. Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok Konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma baru Konflik dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat Konflik memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang Segi negative suatu konflik adalah sebagai berikut. Keretakan hubungan antar individu dan persatuan kelompok Kerusakan harta benda dan jatuhnya korban manusia Berubahnya sikap kepribadian para individu, baik yang mengarah pada hal-hal positif atau negative Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah KEKERASAN a. pengertian Kekerasan adalah bentuk lanjutan dari konflik sosial. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kekerasan didefinisikan sebagai perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan identik dengan tindakan melukai orang lain dengan sengaja, membunuh, atau memperkosa. Kekerasan seperti itu sering disebut sebagai kekerasan langsung directly violence. Kekerasan juga menyangkut tindakan-tindakan seperti mengekang, mengurangi atau meniadakan hak seseorang, mengintimidasi, memfitnah, dan menteror orang lain. Jenis kekerasan yang terakhir disebut kekerasan tidak langsung indirect violence b. Teori-Teori tentang Kekerasan Teori Faktor Individual Agresivitas perilaku seseorang dapat menyebabkan timbulnya kekerasan. Faktor penyebab perilaku kekerasan adalah faktor pribadi dan faktor sosial. Faktor pribadi meliputi kelainan jiwa, seperti psikopat, psikoneurosis, frustasi kronis, serta pengaruh obat bius. Faktor yang bersifat sosial, antara lain konflik rumah tangga, faktor budaya, dan media massa. Teori Faktor Kelompok Terjadi karena benturan identitas kelompok yang berbeda. Contohnya konflik antarsupoter bola Teori Dinamika Kelompok Kekerasan yang timbul karena adanya deprivasi relative kehilangan rasa memiliki yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat. Artinya, perubahan-perubahan sosial yang terjadi demikian cepat dalam sebuah masyarakat dan tidak mampu ditanggapi dengan seimbang oleh sistem sosial dan nilai masyarakatnya. CARA PENGENDALIAN KONFLIK DAN KEKERASAN Konflik merupakan gejala sosial yang senantiasa melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Sebagai gejala sosial, konflik hanya akan hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan agar konflik tersebut tidak berkembang menjadi kekerasan violence. Pada umumnya masyarakat memiliki sarana atau mekanisme untuk mengendalikan konflik di dalam tubuhnya. Beberapa sosiolog menyebutnya sebagai katup penyelamat safety valve, yaitu mekanisme khusus yang dipakai untuk mempertahankan kelompok dari kemungkinan konflik. Lewis A. Coser melihat katup penyelemat sebagai jalan keluar yang dapat meredakan permusuhan antara dua pihak yang berlawanan. Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial Konsiliasi Bentuk pengendalian konflik yang dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai. Mediasi Pengendalian konflik dengan cara mediasi dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Pihak ketiga ini akan memberikan pemikiran atau nasihat-nasihatnya tentang cara terbaik dalam menyelesaikan pertentangan mereka. Arbitrasi Arbitrasi atau perwasitan umumnya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik. Sumber. Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. SosiologiKelompok Pemintan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis Erlangga Soekanto, Soerjono. Suatu Pengantar. Jakarta CV Rajawali. BerandaAnalisislah terjadinya kekerasan secara sosiologis...PertanyaanAnalisislah terjadinya kekerasan secara sosiologis!PembahasanKekerasan secara sosiologis suatu tindakan keras baik secara fisik maupun mental yang bertujuan untuk melindungi ideologis dan kelompok sosialnya dari kelompok atau individu secara sosiologis suatu tindakan keras baik secara fisik maupun mental yang bertujuan untuk melindungi ideologis dan kelompok sosialnya dari kelompok atau individu pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!37©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia – Ketika mendengar kata konflik, mungkin yang terlintas dikepala kita adalah mengenai tindakan kekerasan. Padahal, konflik tidak selalu berwujud kekerasan. Perselisihan atau sengketa antarindividu juga bisa disebut sebagai konflik. Antara konflik dan kekerasan memiliki hubungan yang erat. Tidak akan ada kekerasa tanpa diawali oleh gejala konflik terlebih begitu, gejala konflik tidak mesti berujung pada kekerasan. Kekerasan akan terjadi apabila konflik yang dialami oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya tidak mampu untuk diselesaikan. Dalam buku Pengantar Ringkas Sosiologi 2020 karya Elly M. Setiadi, dijelaskan bahwa ada dua pengertian tentang kekerasan, yaitu Kekerasan dalam arti sempit Kekerasan dalam arti sempit merujuk pada tindakan berupa serangan, perusakan, penghacuran terhadap diri fisik seseorang maupun milik atau sesuatu yang secara potensial menjadi milik orang lain. Baca juga Masalah Sosial Definisi dan Faktor PenyebabnyaBerarti, dalam pengertian ini kekerasan merujuk pada tindakan fisik yang bersifat personal, yaitu mengarah pada orang atau kelompok tertentu yang dilakukan secara sengaja, langsung, dan aktual. Kekerasan dalam arti luas Kekerasan dalam arti luas merujuk pada tindakan fisik maupun tindakan psikologik yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang, baik yang dilakukan secara sengaja maupun secara tidak sengaja, langsung atau tidak langsung, personal atau struktural. Jenis-jenis kekerasan Dalam buku Pengantar Sosiologi Konflik 2009 karya Novri Susan, dijelaskan beberapa jenis kekerasan, antara lain Kekerasan struktural Kekerasan struktural adalah kekerasan yang diciptakan oleh suatu sistem yang menyebabkan manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Baca juga Jenis-Jenis Kelompok Sosial Contoh kekerasan struktural adalah tidak dilibatkannya peran masyarakat Papua di dalam industri Freeport dengan alasan tidak memiliki keterampilan atau keahlian yang memadai untuk industri.