Petalokasi Nusa Tenggara Barat Negara Indonesia Ibu kota Mataram Koordinat 9º 20' - 6º 20' LS 115º 30' - 119º 30' BT Pemerintahan - Gubernur M. Zainul Majdi kecuali beberapa tempat yang masih memepertahankan adat istiadat lama. Sementara di Kerajaan Lombok,
Endemerupakan wilayah di Nusa Tenggara Timur yang kebanyakan penduduknya masih menjaga warisan adat dan kebudayaan nenek moyang. Sehingga tak heran kalau ada cukup banyak Kampung Adat yang menjadi tempat tinggal suku-suku tertentu. Seperti Kampung Adat Jopu yang berlokasi di Ranggase, Wolokoli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Salahsatunya Rumah Adat NTT (Nusa Tenggara Timur). Kenali apa saja keunikan dari rumah adat NTT beserta sejarah dan fungsinya. Contek juga desain rumahnya di sini Rumah Dijual di Jakarta Barat di Bawah 400 Jt. Rumah Dijual di Bekasi di Bawah 200 Jt. Rumah Dijual di Tangerang di Bawah 200 Jt. Rumah Dijual di Depok di Bawah 200 Jt.
PEMETAANPOTENSI DAERAH DI KABUPATEN DOMPU NUSA TENGGARA BARAT 1 ANALYSIS OF POTENTIAL MAPPING IN DOMPU REGENCY NUSA TENGGARA BARAT Putri Wulandari Atur Rejeki 2 Email: putriwulandari37@ atraksi budaya dan keunikan adat istiadat lainnya. Hal ini tentunya dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan guna meningkatkan
SenjataAdat Nusa Tenggara Barat [Belajar Budaya Indonesia] : Nusa Tenggara Barat Halo adik - adik, Hari ini kita akan belajar mengenai budaya dari Provinsi Nusa Tenggara Barat Dengan mengetahui jenis kebudayaan yang ada, minimal kita
SukuDompu Suku ini berdiam di pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat dalam wilayah kabupaten Dompu dan tersebar dalam 4 kecamatan: Huu, Dompu, Kempo, dan Kilo. Kabupaten Dompu merupakan daerah berbukit-bukit dan daerah vulkanik. Suku Dompu hidup berdampingan dengan orang Donggo, Bima, Sasak, Melayu, Bugis, China, Arab, Bali, dan Timor.
24Juni 2022. SARASEHAN PEMBAYUN: Upaya melestarikan seni budaya atau adat istiadat suku Sasak Lombok, Museum NTB menggelar Sarasehan Pembayun, yang diikuti para guru tingkat SMP/SMA se Pulau Lombok, Kamis (23/6). (sigit setyo/radarlombok) MATARAM—Bagi masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok, perkawinan merupakan hal yang
Tapitenun ikat di Sumba punya keistimewaan lain. Karena tenun ikat Sumba bukanlah produk yang bisa dikerjakan oleh sembarang orang. Untuk menghasilkan 1 lembar kain besar, seluruh proses dikerjakan secara manual. Mulai dari pengumpulan bahan, memintal kapas, mewarnai dan menenun secara manual. Daftar Isi [ hide]
8 Desa adat adalah desa yang dibentuk berdasarkan adat istiadat, budaya dan norma-norma adat yang masih berlaku dalam wilayah persekutuan masyarakat adat tertentu. 9. Dusun adalah bagian wilayah dalam desa yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintah desa. 10. Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat kabupaten
Adatistiadat merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Kebudayaan diciptakan untuk mempermudah manusia dalam setiap proses kehidupannya. Begitupun sebaliknya suatu kebudayaan atau adat istiadat tidak akan ada tanpa adanya manusia sebagai pelaku budaya. Pada masyarakat suku Sasak Provinsi Nusa
DRLQsv. Rumah Adat dan Suku NTB Nusa Tenggara Barat - Nusa Tenggara Barat adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang mana juga mempunyai banyak keunikan adat istiadat dan rumah adat yang mana jadikan ikon tersendiri bagi kabupaten Sumbawa apalagi di Sumbawa ini adalah daerah yang menjadi kediaman para raja-raja yang ada di kerajaan Sumbawa pada masa lalu. Berikut ini saya akan mencoba menguraikan tentang rumah adat dari Nusa Tenggara Barat rumah adat Seperti apa saja dan keunikan apa saja yang terdapat di rumah adat Sumbawa Nusa Tenggara Barat Mari simak pembahasannya sampai selesai berikut ini. Rumah Adat NTB Nusa Tenggara Barat Rumah adat dalam Loka adalah rumah adat yang berasal dari kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat rumah adat ini adalah salah satu rumah yang menjadi tempat tinggal para raja-raja Sumbawa bisa dikatakan rumah ini adalah istana dalam Loka yang mana dibangun pada masa Sultan Muhammad Jalalludin lll pada tahun 1885. Rumah adat dalam Loka ini di desain secara khusus untuk menjadi tempat tinggal para raja-raja Sumbawa yang mana pada masa lalu di Sumbawa ini sangat kuat pengaruh budaya agama Islam yang mana hampir seluruh aspek dari adat dan kesukuan masyarakat di Sumbawa ini larut dalam nilai syariat Islam. Rumah adat dalam Loka dengan luas bangunan sekitar 904 meter persegi dan berbentuk panggung yang mana jika dilihat mulai jauh nampak indah bak istana yang sangat megah. Rumah adat dalam Loka ini dibangun dari bahan kayu yang mana terdapat sebuah filosofi tersendiri yaitu "adat berhenti ko syara, syara ko barenti kitabullah" arti dari ungkapan filosofi ini adalah semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai yang ada dalam sendi kehidupan masyarakat Sumbawa maka harus bersemangat kan pada syariat Islam. Struktur dan arsitektur rumah adat Nusa Tenggara Barat Rumah adat Nusa Tenggara Barat yaitu dalam lokal terdiri dari 2 kata dalam bahasa Sumbawa yakni kata dalam yang artinya istana dan kata loka yang artinya dunia. Sebutan untuk nama ini sesuai dengan fungsi rumah adat yang ada adalah bertujuan untuk pusat pemerintahan dan dan sekaligus kediaman raja raja Sumbawa pada masa lalu. Rumah adat ini sengaja di desain dengan an-nur besar yang mana Na banyak orang yang karena rumah adat dalam Loka ini mempunyai 99 tiang yang menopang tentu rumah adat ini sangat kuat apalagi 99 tiang ini berlandaskan 99 sifat Allah atau nama-nama Allah yaitu Asmaul Husna tentu ini sesuai dengan ajaran agama syariat Islam. Adapun untuk bangunan rumah adat dalam Loka ini menghadap ke selatan yaitu tepatnya menghadap ke arah Bukit sampar dan alun-alun Kota Sumbawa jadi ketika kita hendak memasuki rumah ini maka kita akan melihat sebuah ukiran khas dari pulau Sumbawa yang disebut masyarakat setempat yaitu dengan lutuengal. Ukiran ini bermotif bunga dan bermotif dedaunan. rumah adat dalam Loka ini ternyata hanya memiliki satu pintu yang dapat digunakan untuk masuk dan keluar rumah tersebut. untuk dapat masuk melewati Tangga depan yang ada di rumah dalam Loka ini. tangga yang disediakan juga sama dengan tangga-tangga pada umumnya yaitu sebuah kayu yang dimiringkan hingga menyentuh tanah lantai kayu nya ditempel oleh potongan kayu sebagai penahan pijakan. Pada umumnya rumah adat dalam Loka ini terbuat dari kayu jati untuk tiang-tiang penyangganya terbagi menjadi dua ukuran yang sama besar atau kembar yang diberi nama dengan sebutan bala rea atau Graha besar. Graha besar Ini adalah sebuah ruangan yang dipisahkan oleh dinding penyekat yang mana fungsi dan namanya masing-masing sesuai dengan fungsinya yaitu itu di antaranya Lunyuk Agung bagian ini ini pada umumnya terletak di bagian depan bangunan yang difungsikan sebagai tempat upacara adat keagamaan musyawarah ataupun resepsi pernikahan. Lunyuk Mas bagian ini adalah ruangan khusus yang mana untuk istri istri menteri permaisuri dan staf kerajaan an dan ruangan ini terletak disebelah Lunyuk Agung. Ruang dalam yang berfungsi sebagai tempat salat dan di sebelahnya juga ada kamar tidur untuk para dayang dan permaisuri yang mana Ini terletak di sebelah utara dari ruang dalam Adapun untuk ruang dalam sendiri terletak di sebelah barat. Ruang dalam yang ada di sebelah timur yang terdiri dari 4 kamar Adapun untuk kamar kamar ini ini diperuntukkan khusus bagi putra dan putri raja yang sudah menikah. Ruang sidang yang ada pada bagian belakang bala Rea ruang ini biasanya digunakan untuk bersidang pada malam hari ruangan ini juga kerap dijadikan sebagai tempat tidur para dayang. Kamar mandi yang letaknya di luar ruangan induk yang bentuknya memanjang dari kamar peraduan raja hingga ke kamar permaisuri Bala Bulo ruangan ini ini di samping Lunyuk Mas dan terdiri dari dua lantai Adapun lantai yang pertama biasa difungsikan sebagai tempat bermain anak-anak raja yang usianya masih balita atau anak-anak sedangkan lantai yang kedua difungsikan sebagai tempat untuk menyaksikan sebuah pertunjukan di lapangan istana ini khusus bagi permaisuri dan istri para bangsawan. Adapun luar bangunan balarea dikenal dengan dalam Loka hal ini menjadi di bagian dari seluruh Komplek istana. Pada zaman dulu masih banyak terdapat beberapa bagian penting yang ada di istana seperti tembok istana balap ukung gapura alas Keban alas atau kebun istana dan juga tempat khusus yang diletakkannya sebuah lonceng kerajaan. Rumah adat dalam Loka ini dibangun pada tahun 1932 istana kerajaan yaitu sejak tahun 1954 dan difungsikan sebagai rumah dinas sekaligus Wisma Praja untuk Bupati Sumbawa. Adapun balarea adalah bangunan utama dari Kompleks istana dalam Loka namun untuk sekarang ini sudah tak layak ditempati bahkan mulai ditinggalkan oleh keturunan kerajaan an yang mana dulunya mereka sebagai penghuninya dan kini Ini bahkan terlantar maka tak heran telah dipugar kembali oleh Direktorat Jenderal kebudayaan Indonesia pada tahun 1979 yang mana melalui proyek Sasana budaya maka mulai diperhatikan kembali peninggalan dari para leluhur ini. Ragam budaya suku Nusa Tenggara Barat Setelah kita membahas beberapa hal di atas tentang Nusa Tenggara Barat maka pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sebuah informasi lebih terperinci di mana ada ada beberapa suku yang ada di Nusa Tenggara Barat yakni ada suku Bayan, suku Dompu, suku donggo, suku Bima, suku Sasak dan suku Sumbawa. Tentu masing-masing suku ini mempunyai adat istiadat atau kebudayaan tersendiri yang mana juga ada perbedaan-perbedaan kebiasaan atau upacara adat terus kekayaan alam dan lainnya baik untuk itu mari simak pembahasan lebih rinci berikut ini. 1. Suku Bayan Yang pertama ada suku Bayan suku ini mendiami pada bagian Lombok Utara yang mana kabupatennya yang bernama adalah Lombok Utara di daerah ini juga menjadi salah satu tempat wisata yang sudah terkenal adalah Air Terjun gile batu Ko atau biasa disebut dengan batu kerbau. Batu gile ini adalah sebuah tempat pemandian bidadari yang mana menurut masyarakat dahulu kala ada bidadari yang sedang mandi di tempat ini yaitu di air terjun Gile. Asal-muasalnya pada zaman dulu ada salah satu suku Bayan yang dipimpin oleh seorang raja yang mana disebut dengan Datuk Bayan bergelar susuhan Ratu Mas Bayan Agung Adapun silsilah menyebutkan bahwa Datuk Bayan ini memiliki saudara yaitu sebanyak 18 orang dari hasil perkawinannya dengan beberapa orang istri atau selir kerajaan jadi di Saudara saudara Raja Bayan atau Datuk Bayan ini kemudian mereka menyebar ke daerah-daerah yang ada di pulau Lombok. Sejarah mencatat bahwa dari Hasil perkawinan Datuk Bayan ini Adapun untuk istri pertamanya mempunyai dua orang anak laki-laki yang bergelar yaitu pangeran Mas mutering jagat dan yang satunya adalah pangeran Mas mutering langit, jadi kedua Putra inilah yang meneruskan pemerintahan kerajaan dari Raja Bayan atau Datuk Bayan. 2. Suku Dompu Yang kedua ada suku Dompu suku ini mendiami daerah provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu di Pulau Sumbawa nama kabupatennya adalah Kabupaten Dompu suku ini tersebar di 4 Kecamatan yaitu kempo, Dompu, Huu, dan kilo. Adapun untuk Kabupaten Dompu adalah daerah yang mayoritasnya banyak berbukit dan juga daerah ini dikenal dengan daerah vulkanik. Suku yang ada di Dompu ini hidup berdampingan dengan orang donggo sasak Bima Bugis Melayu Arab cina Timur dan juga Bali jadi sangat beragam dari beberapa suku ya suku Dompu ini harus bisa menyesuaikan diri karena beragamnya suku yang ada di Nusa Tenggara Barat ini. Suku Dompu ini berbahasa untuk khasnya adalah bernama nggahi Mbojo. Adapun untuk pekerjaan atau sektor yang ada di daerah Kabupaten Dompu ini yaitu itu ada sektor perkebunan perikanan perdagangan pegawai peternakan dan juga pertanian. Dengan adanya beragam bidang pekerjaan ini membuat suku Dompu dapat menyesuaikan diri dengan mudah dan memilih pekerjaannya sesuai dengan apa yang dikehendaki. 3. Suku Donggo Yang ketiga ada suku donggo, suku ini mendiami di daerah Kabupaten Bima provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu di kecamatan donggo Adapun untuk populasi suku donggo ini di perkirakan sebanyak 20000 orang. Istilah kata "donggo" atau lebih lengkapnya adalah "dou donggo" yang artinya adalah orang gunung jadi suku donggo ini terbagi menjadi dua kelompok yang sudah dibedakan berdasarkan daerahnya masing-masing ada donggo ipa dan dong Ela. Untuk donggo IPA ini daerahnya terletak di sebelah timur Teluk Bima Sedangkan untuk suku donggo Ela terletak daerahnya ini di sebelah barat Teluk Bima. Untuk perkampungan suku donggo mayoritas berada di pinggir jalan atau sungai. Suku donggo ini ini adalah suku yang pertama kali menghuni daerah Bima menurut penelitian bahwa suku donggo ini untuk adat istiadat dan bahasanya berbeda jauh dengan suku Bima atau Dou Mbojo. Ternyata suku donggo ini malah memiliki kesamaan dengan masyarakat Lombok bagian utara. 4. Suku Bima Pasti diantara kalian ada yang sudah mendengar atau mempelajari karakteristik adat istiadat atau kebudayaan dari suku Bima. Suku yang keempat yang ada di Nusa Tenggara Barat adalah suku Bima suku ini untuk jumlah populasinya cukup banyak yaitu ada sekitar suku Bima berada di Kabupaten Bima yang terletak di pulau Sumbawa Pulau Dompu pulau Sangiang yang mana Masih 1 provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun untuk bahasa suku Bima ini ada beberapa Apa jenis yaitu itu Bima, Sangiang dan Bima donggo. Untuk kehidupan sehari-hari suku Bima menggunakan bahasa halus dan juga kasar untuk mata pencaharian utama masyarakat suku Bima adalah dengan bercocok tanam atau menjadi petani yang mana dalam prakteknya dalam bercocok tanam suka berpindah-pindah tempat dan untuk sebagian masyarakat ada yang yang berprofesi sebagai nelayan atau menangkap ikan dan meramu hasil hutan. 5. Suku Sasak Suku yang kelima yang ada di Nusa Tenggara Barat adalah suku Sasak. Suku ini berada di deretan Pulau Nusa Tenggara Barat yang mana mendiami pulau Lombok Adapun untuk populasinya ada sekitar 1,8 juta jiwa cukup banyak sekali. Suku ini ini terdapat beberapa jenis dialek itu ada Sasak Selaparang Sasak Panjang, Sasak Bayan, Sasak Pujut, Sasak Tebango, Sasak Sembalun dan Sasak pengantap. Adapun untuk bahasa Sasak sendiri ada beberapa tingkatan yaitu ada bahasa halus biasa, bahasa halus dalam dan bahasa kasar. 6. Suku Sumbawa Suku yang ke-6 yang ada di NTB adalah suku Sumbawa suku ini mempunyai populasi sekitar kurang lebih jiwa yang mendiami di daerah kabupaten Sumbawa di Pulau Sumbawa provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk bahasa kesehariannya menggunakan bahasa Samawa yang terdiri atas beberapa dialek yaitu dialek semawa, baitur otop, Baitul Ante, taliwang, ropang Suri lebah, granta, Dodo dan jeruk. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat suku Sumbawa menggunakan bahasa yang halus dan juga bahasa yang kasar tergantung masing-masing individu. 6 Rumah Adat yang ada di Nusa Tenggara Barat Apakah kalian sudah tahu bahwa Nusa Tenggara Barat memiliki lima rumah adat tradisional yang mana masing-masing dari rumah tradisional ini sudah mewakili suku yang ada di Nusa Tenggara Barat. Berikut ini saya akan mencoba menguraikan secara rinci kelima rumah adat tersebut yang mana mewakili setiap sukunya yang ada di Nusa Tenggara Barat berikut ulasan selengkapnya. Berikut ini adalah 5 rumah adat Nusa Tenggara Barat 1. Rumah adat dalam Loka Rumah adat dalam Loka ini adalah rumah adat yang ada di Nusa Tenggara Barat yang paling terkenal di antara rumah adat yang lainnya karena rumah adat ini menjadi ciri khas bagi daerah Nusa Tenggara Barat yang mana pada masa lalu Raja Sumbawa yang mendesain rumah adat ini tentu rumah adat ini adalah rumah adat yang spesial karena bentuknya bagus unik dan berbeda dari rumah adat yang lainnya apalagi rumah adat dalam Loka ini didirikan oleh raja Sumbawa secara langsung. Kita tahu bahwa Sumbawa ini adalah salah satu tempat yang sangat erat dengan agama Islam sehingga rumah adat yang ada ini juga bercorak ala syariat Islam yang sangat kental apalagi dalam sebuah namanya yaitu yaitu sebuah namanya yaitu yaitu dalam Loka yang artinya istana dunia tentu hal ini masih selaras dengan rumah adat yang dulu yang pernah digunakan oleh raja Sumbawa di mana dulu Raja Raja dulu Raja Raja Sumbawa menggunakan rumah adat dalam Loka ini sebagai pusat pemerintahan kerajaan dan sekaligus kediaman sang Raja. Oleh karena itu kalau kita datang ke rumah adat tersebut yaitu rumah adat dalam Loka maka tidak heran apabila terdapat 99 tiang yang ukurannya sangat besar yaitu tiang ini mempunyai makna dengan sebuah nama Asmaul Husna yaitu ada 99 jadi disesuaikan itu ada 99 tiang penyangga untuk menopang rumah adat dalam Loka ini. Adapun untuk bagian yang terdapat di dalam rumah dalam rumah adat dalam Loka ini diantaranya adalah Bagian ruang dalam letaknya ini ada di timur dan di tempat ini terdapat 4 ini terdapat 4 kamar yang disediakan khusus untuk para putri dan Putra Raja yang sudah berkeluarga atau sudah menikah. Dan untuk ruang dalam terletak di sebelah barat dan Utara di ruangan ini terdapat sebuah sekat yaitu sebuah kelambu yang menjadikan sekatnya dan sementara bagian barat difungsikan sebagai tempat untuk salat difungsikan sebagai tempat untuk salat sebagai tempat untuk salat sementara bagian utaranya dijadikan sebagai tempat tidur untuk para dayang dan permaisuri. Bagian yang ke-3 yaitu ada lunuk Mas tepatnya disebelah Lunyuk Agung ruangan ini dikhususkan Agung ruangan ini dikhususkan untuk para istri menteri dan tempat permaisuri sekaligus biasanya ruangan ini digunakan untuk upacara adat. Ruangan yang ke-4 ada Lunyuk Agung tepatnya di depan yang mana ruangan ini digunakan untuk musyawarah tempat pertemuan dan sebagai tempat resepsi pernikahan. ruangan sidang terletak di belakang balarea ruangan ini digunakan untuk tempat tidur sayang dayang dan sebagai tempat untuk sidang. Kamar mandi letaknya berada di luar ruangan induk. Bala Bulo ruangan ini digunakan untuk tempat bermain anak-anak sang raja. Di luar istana terdapat sebuah rumah Jamal kebun istana gapura dan juga lonceng istana. 2. Rumah adat Bale Rumah adat ini ini ini letaknya di Oujut Lombok Tengah di desa rembitan Dusun Sade. Rumah ini ini didiami oleh suku Sasak yang mana rumah Bali ini ini sangat dikeramatkan karena masyarakat sekitar meyakini bahwa apabila ada orang yang membuat rumah Bale namun tidak mengikuti aturan adat yang ada makan orang tersebut akan bernasib buruk ketika orang tersebut tinggal di rumah tersebut. 3. Rumah adat istana Sumbawa Rumah adat istana Sumbawa ini mulai dikembangkan oleh Kesultanan Muhammad Jalaludin Syah 3 rumah adat ini tepat berada di area Kota Sumbawa rumah ini didirikan sebagai tempat tinggal Sang Raja dan sekaligus untuk menyimpan barang-barang berharga atau bisa dikatakan dengan artefak kabupaten Sumbawa. 4. Rumah adat Bale Lumbung Rumah adat ini ini adalah rumah ada yang berasal dari suku Sasak yang mana memiliki bentuk yang unik rumah ini berbentuk panggung dan untuk bagian ujung atapnya melebar dan runcing. Adapun ketinggian antara lantai dengan tanah sekitar 1,5 sampai 2 meter bahkan ada yang sampai 3 meter. Rumah adat ini tak tak jauh beda dengan rumah adat yang lainnya memiliki tujuan yang sama yaitu bertujuan untuk menyimpan barang agar tidak banjir dan juga untuk menghindari serangan hama tikus dan hewan-hewan lainnya. 5. Rumah Adat Bale Jajar Rumah adat Bale Jajar adalah ah rumah adat dat eh suku Bali rumah ini memiliki satu serambi yang disebut dengan sesangkok dan juga dua delam Bale. Rumah ini ini lebih besar dan lebih luas daripada rumah Tani rumah ini juga digunakan sebagai untuk menyimpan makanan dan keperluan rumah tangga lainnya Adapun untuk rumah ini ini sudah dilengkapi sekenam dan di bagian depannya disediakan sebuah sekepat. 6. Rumah Adat Berugaq Sekenam Rumah adat berugaq sekenam adalah rumah adat yang keseluruhannya memiliki 6 penyangga tiang utama Ma dengan atapnya yang digunakan adalah ilalang bahkan rumah ini tidak menggunakan dinding dari tiang yang ada ada maka menjadikan rumah ini kokoh berdiri. Nah itulah tadi beberapa penjelasan atau uraian dari karakteristik keunikan suku yang ada di di provinsi Nusa Tenggara Barat semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi teman-teman semua. Terima kasih sudah membaca artikel ini semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita jangan lupa baca juga artikel yang lainnya tentang budaya adat istiadat di Indonesia tetap di mediasiana.
Rumah Adat Nusa Tenggara Barat – Nusa Tenggara Barat atau biasa disingkat dengan NTB merupakan salah satu wilayah propinsi di Indonesia yang tekenal akan kekayaan ekosistem alamnya yang mempesona. Keberadaan masyarakat suku Bima, Suma dan juga suku Sasak sebagai mayoritas dan primbumi mampu membangun sebuah peradaban yang begitu potensial seperti pada pembuatan rumah adat masyarakat setempat. Kemajuan dari peradaban pembuatan rumah adat masyarakat Nusa Tenggara Barat ini tentu bisa salah satu aset kekayaaan dari keragaman budaya di wilayah Indonesia yang harus kita jaga dan kita lestarikan bersama. Terlebih untuk jenis rumah adat masyarakat Nusa Tenggara Barat ini sangat beragama dan tentunya akan sangat menarik untuk di bahas pada ulasan kali ini. Contents1 Nama Rumah Adat Nusa Tenggara Barat / NTB2 1. Rumah Adat NTB Dalam Loka3 2. Rumah Adat NTB Istana Sumbawa4 3. Rumah Adat NTB Bale5 4. Rumah Adat NTB Bale Lumbung6 5. Rumah Adat Bale Jajar7 6. Rumah Adat NTB Berugaq Sekenam Jika dibandingkan dengan wilayah propinsi lainnya, rumah adat masyarakat Nusa Tenggara Barat ini ada sebanyak 6 jenis yang kita ketahui dan pelajari. Tentunya tiap masing-masing rumah adat ini memiliki nama dan cir ikhas tersendiri-sendiri satu sama lainnya yang berbeda. 1. Rumah Adat NTB Dalam Loka Rumah Nusa Tenggara Barat Dalam Loka ini merupakan rumah adat yang merupakan yang desainnya di peruntukan khusus untuk rumah para raja Sumbawa pada zaman dahulu. Rumah adat Dalam Loka ini tak lepas dengan pengaruh kebudayaan Islam yang besar pada masa itu sehingga juga mempengaruhi dalam desain arsitekturnya. Rumah adat Dalam Loka berasal dari dua suku kata daalam bahasa Sumbawa. Yaitu terdiri dari kata Dalam yang berarti istana dan loka yang memiliki arti dunia. Penamaan ini mengacu dari fungsi rumah adat tersebut sebagai pusat pemerintahan dan juga tempat tinggal raja Sumbawa pada masa lalu. Banyak sekali dan keunikanan tersendiri yang menjadi ciri khas dari rumah adat Dalam Loka ini seperti pada bagian tiang penompangnya yang berjumlah 99 tiang sebagai simbol atau lambag 99 sifat Allah dalam agam Isalam. Dan tiap penyanga ini bisa menopang rimah dengan tegak yang terbagi dua ukura sama besar bernama bale rea atau graha besar. Pada graha besar ada beberapa buah ruangan yang terpisahkan dengan dinding dan masing-masing mmeiliki nama dan fungsi sebagai berikuti ini. – Lunyuk Agung Terletak pada bagian depan rumah dan memiliki fungsi sebagai tempat musyawarah, upacara adat dan keagamaan atau juga bisa untuk resepsi. – Lunyuk Mas Terletak di sebelah lunyuk agung yang berfungsi sebagai ruang khusus permaisuri, isteri menteri dan juga para staff penting kerajaan pada saat melakukan upacara adat. – Ruang Dalam Terletak di sebelah barat dengan sekat kelambu dan memiliki fungsi sebagai tempat sholat dan pada sisi bagian utara sebagai kamar tidur para permaisuri dan dayang. – Ruang Dalam Terletak pada sebelah timur dan terndiri dari empat kamar yang difungsikan sebagai tempat putra dan putri raja yang sudah menikah. – Ruang Sidang Terletak pada bagian belakang bala rea untuk ruang sidah dan pada malam hari dipakai tempat tidur para dayang. – Kamar Mandi Terletak di luar ruangan induk dengan bentuk memanjang dari kamarraja hingga kamar permaisuri. – Bala Bulo Terletak di samping Lunyuk Mas dengan dua lantai. Lantai pertama untuk tempat bermain anak raja yang masih kecil dan lantai dua untuk melihat pertunjukan di lapangan istana bagi permaisuru dan juga para istri bangsawan. 2. Rumah Adat NTB Istana Sumbawa Untuk rumah adat yang diberi nama Istana Sumbawa ini merupakan rumah adat yang didirikan dan dikembangkan pada masa pemerintahan Sultan Muhammada Jalaluddin Syah III yang terletak di pulau Sumbawa atau tepatnya di Kota Sumbawa Besar. Untuk rumah adat Istana Sumbawa ini memiliki fungsi sebagai tempat tinggal atau sebagai hunian para raja. Selain itu juga memiliki fungsi untuk menyimpan berbagai benda atau artifak yang memiliki nilai sejarah di Kabupaten Sumbawa. 3. Rumah Adat NTB Bale Rumah adat Nusa Tenggara Barat Bale ini dibangun oleh suku Sasak yang berada di Dusun Sade, Desa Rabitan, Pujuk, Lombok Tengah. Dan keberadaan rumah ada ini sampai saat ini asih terjaga dengan baik kelestariannnya. Untuk proses pembuatan rumah adat Bale ini oleh masyarakat suku Sasak harus mengikuti beberapa aturan sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat seperti pada waktu untuk membangun. Karena jika tidak diikuti, mereka percaya bisa mendapat nasib yang buruk pada saat menempati atau tinggal di rumah tersebut. Untuk ciri khas rumah adat Nusa Tenggara Barat yang berada di dusun Sade memiliki beberapa macam bale dengan semua atapnya terbuat dari jerami atau alang-alang serta memiliki fungsi yang berbeda-beda. Adapun jenis Bale yang terdapat pada rumah adat ini antara lain bale jajar, bale bonter, bale tajuk, bale gunung rate, bale balag, bale kodong, bale tani, berugag atau sekepat dan sekenam. 4. Rumah Adat NTB Bale Lumbung Rumah adat Nusa Tenggara Barat Bale Lumbung merupakan ciri khas dari rumah adat Suku Sasa, Pulau Lombok. Arsitektur desain rumah ini cukup unik dan berbeda daru rumah adat lainnya. Dengan konsep rumah panggung namun pada bagian atap yang runcing dan melebar serta sedikit lurus ke arah bawah. Sedangkan bagian bawahnya kembali melebar dengan jarak sekitar meter hingga meter dari tanah dengan diameter meter hingg meter. Pada bagian atap rumah adat ini terbuat dari alang-alang atau juga bisa dari jerami. Sementara pada bagian dinding menggunakan anyaman bambu atau biasa di sebut bedek. Untuk bagian lantai menggunakan paan kayu dan di topang dengan empat tiang yang terbuat dari tanah atau batu sebagai pondasinya. Bagian atap pada rumah rumah Lumbung ini memiliki fungsi untuk menyimpan padi dari beberapa kepala keluarga. Desain rumah panggung ini memiliki tujuan supaya tidak mudah rusak atau terkena musibah banjir dan juga serangan hama tikus. Lihat juga rumah adat Jawa Tengah rumah adat DKI Jakarta 5. Rumah Adat Bale Jajar Untuk arsitektur rumah adat adat Nusa Tenggara Barat Bale Jajar ini merupakan hiduan dari suku Sasak dengan ekonomi mulai menengah ke atas. Bentuk rumah ini mirip dengan rumah Dalem Tani namu yang membedakan jumlah ruang dalem bale lebih banyak. Bale jajar ini mempunyai dua dalam bale dan satu setambi atau sesangko serta memiliki tanda dengan adanya sembi yakni tempat untuk menyimpan bahan makanan dan juga kebutuhan rumah tangga. Sementara pada bagian depan bale jajar memiliki sekepat dan juga pada bagian belakang dilengkapi dengan sekenam. 6. Rumah Adat NTB Berugaq Sekenam Bentuk rumah adat ini hampir sampa dengan bentuk rumah adat Berugaq sekepat. Namun yang membedakannya hanya pada jumlah tiang yakni sebanyak enam buah dan terletak pada bagian belakang rumah. Rumah adat ini berugaq sekenam ini bisa digunakan sebagai tempat kegiatan belajar atau melakukan pertemuan internal keluarga. Untuk arsitektur bangun rumah sangat sederhana dengan menggunakan atap yang terbuat dari daun kelapa dan tidak menggunakan dinding dengn enam penyangga tiang yang sama dengan bale-bale sekarang. Demikian tadi terkait ulasan rumah adat Nusa Tenggara Barat lengkap gambar dan penjelasannya yang harus kita pelajari, kita jaga dan kita lestarikan bersama sebagai salah satu aset keragaman budaya di Indonesia.
Yuk kenali budaya daerah lain di Nusa Tenggara Barat. Mataram, IDN Times - Nusa Tenggara Barat NTB merupakan provinsi yang berada di Kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau besar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di bagian barat dan Sumbawa yang terletak di bagian timur .Selain keindahan alam yang memukau mulai dari pantai yang terkenal di lombok . Ada juga keunikan lain yang menjadi daya tarik NTB, yakni kekayaan budaya dan adat istiadatnya yang jarang diketahui dunia luar. Seperti salah satunya filosofi gaya berpakaian tradisionalnya masyarakat NTB yang terdiri Suku Sasak, Mbojo, dan Sumbawa. 1. Seni budaya rimpu masyarakat di Bima merupakan sebuah budaya dalam dimensi busana pada masyarakat Bima. Budaya rimpu telah hidup dan berkembang sejak masyarakat Bima menerima Islam yang dibawa setelah ada hubungan dagang di antara Kerajaan Bima dan Goa di Sulawesi Selatan. Rimpu merupakan cara berbusana yang mengandung nilai-nilai khas yang sejalan dengan kondisi daerah yang bernuansa Islam. Ada beberapa jenis rimpu yang digunakan wanita pada ini juga menandai status sebagai identitas wanita yang menggunakannya. Baca Juga Harmonisasi Sosial Budaya dalam Kehidupan Bermasyarakat di Papua 2. Rimpu cili/mpidaFacebook Rimpu cili/mpida untuk wanita remaja dan yang belum nikah. Rimpu cili/mpida diperuntukkan bagi remaja atau wanita yang belum bahwa seorang wanita yang belum menikah sebaiknya menutup aurat kecuali kedua matanya, seperti memakai Rimpu colo untuk wanita yang sudah menikah. Rimpu colo dikhususkan bagi wanita muslim yang sudah menikah, pemakaiannya pun sama seperti jilbab pada umumnya, menutup aurat kecuali wajah digunakan sebagai perlengkapan pakaian sehari-hari. Kain yang digunakan pun merupakan sarung yang biasa disebut tembe sarung yang umumnya ditenun oleh para wanita itu yang menarik dari masyarakat NTB kan? Menambah khazanah pengetahuan tentang kekayaan budaya dan adat istiadat bangsa kita ini. Baca Juga Tradisi, Budaya dan Makanan Khas Suku Samawa di NTB IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.